Wednesday, June 22, 2011

Korelasi Duduk di Bis, Emansipasi, dan Ibu Kartini???

Kadang saya suka jengkel juga sama aa aa (baiklah saya menggunakan 4 huruf, 4 suku kata dan 4 vokal) ataupun om-om, atau bapak-bapak yang seenaknya saja duduk manis di bis sedangkan perempuan-perempuan tua dan anak-anak yang lebih layak duduk berdiri bersinggungan.
Menghadapi kenyataan tragis itu (walaupun sebenarnya gak setragis itu), dengan bantuan burung biru saya ungkapkan isi hati dan perasaan saya di media sosial, tentang laki-laki yang berkelakuan seperti itu, dan membikin hati kaum hawa dongkol.
Benar saja, saya diserbu retweet yang menyatakan dan seakan-akan menyalahkan kaum hawa? Sebut saja B (bukan nama sebenarnya).
A: (Saya lupa apa yang saya tweet, tapi yang jelas saya cuma mempertanyakan kenapa kaum adam seperti itu?)
B: Kan perempuan sendiri menggaungkan emansipasi, kenapa sekarang mengeluh.

Saya kesal, seakan-akan emansipasi adalah kesalahan ibu-ibu dan anak kecil yang ada di bis ini, padahal belum tentu mereka tahu apa itu emansipasi. Dalam hati saya berkata, kenapa gak bilang aja lu sama ibu kita Kartini kalo lu gak setuju emansipasi? Kenapa Ibu Kita Kartini memberatkan jiwa-jiwa yang sebenaernya belum tentu ngerti apa itu emansipasi, atau bahkan mereka sama sekali tidak menghendakinya? Dan apa hubungannya emansipasi dengan duduk di bis? Yang harus saya lakukan saat itu adalah, cukup membalasnya dengan satu kalimat agar dia diam dan tidak melanjutkan dengan perdebatan gak penting yang dibarengi dengan kepegalan yang cukup membabibuta karena berdiri, saya jawab saja.

A: EMANSIPASI ITU DIKEHENDAKI BUKAN DIWARISKAN.

Maaf ya bu, bukannya saya ngomongin ibu, cuma saya mau ikut pendapat aja. Bukannya selama ini ibu gak pernah bilang kalo ibu mau bikin pergerakan emanispasi kan? Yang saya tahu ibu membangun sekolah untuk generasi perempuan saja kan? Ibu tidak pernah terang-terangan menyebut kata emansipasi. Jadi siapa sebenarnya yang mengaitkan kata emansipasi dengan ibu? Bukan salah ibu juga kan? Lalu siapa pencetus "KATA" emansipasi wanita? SIAPA? SIAPA? SIAPA?
Semoga ibu mendapat tempat yang layak di sisi Allah swt.

Saturday, June 4, 2011

DUA TIANG TUJUH LAYAR


Dua Tiang Tujuh Layar from Dimas Wisnuwardono on Vimeo.

The Trees & The Wild: CAPTURED

Someday in May, I got another project to catch The Trees & The Wild at Sabuga, Bandung. I was concentrating myself in capturing Remedy. But I also got Andra too. And Iga was standing too far. i actually had to be their bystander to catch him. Or maybe I need Iga to lift me up in taking those picts cause he's tall. hahaha

Remedy Waloni

Remedy Waloni

Remedy Waloni

Remedy Waloni
Remedy Waloni
Andra Kurniawan

I got a chance to send this pict to Andra, then he said "Wow, nice picture, thank you Arzia :D". Andra under the blue spotlight. Thanks for appreciating even these aren't good enough.
There are more left, if you wanna see em just see it on my facebook album.

Saturday, March 19, 2011

Thursday, March 17, 2011

"Setiap pikiranmu adalah hal yang nyata. Dan rahasia memberikan segala sesuatu yang kamu inginkan: Kebahagiaan, kesehatan, dan kekayaan"

-Bob Proctor via Frans Lengo Boro

Itulah kenapa saya dan Dina, selalu menganggap bahwa kami sedang berada dan menimba ilmu di tempat impian kami. Kami akan ada disana pada bulan Agustus 2012 nanti. Amiiin.

I had a bee in bonnet! And it's all about WASTING TIME DISEASE

I had a bee in bonnet! i dunno why xactly, but i thought it caused by .dyflqiuwabf. okay, i was thinkin of a break, a break from this wasting time activity. I'm kinda person who use my time properly. I can't stand with people who waste their time well. I'm not into that.
They're killin  my time anyway, I'd rather use my time to do something useful! Doing my assignment, thinkin about my big bang business with dina. Or concentrating myself in writing or other project THAN WAITING for such a wasting time matter. I'd love to wait, but when it breaks my priority, I'd better walk out!
I'm not living in a wealthy condition, i've gotta struggle. That's why i really don't like to waste my time.
I can tolerate people who waste their money, but for people who waste their time. oh okay!

Mngkin bagi orang yang gak ngerasain perjuangan, mereka bakal gampang aja buang2 waktu. Tapi buat gue, waktu itu bukan sekadar buat dinikmatin. Tapi buat dijalanin. Gue udah ngikiutin caranya Bong Chandra dimana gue menghitung harga waktu gue. Walaupun 1 jam waktu gue baru seharga 5000, tapi buat gue itu berharga banget. Selain gue orangnya gak sabaran, gue gak bisa buang2 waktu banyak. Bukannya gue sok sibuk, tapi buat gue waktu itu buat struggle. Gue juga mulai ngebiasain biar gak ngaret, atau gak nunggu lama. Maka bekerjasamalah dengan waktu.
Hidup bersama orang yang sering membuang2 waktu bikin waktu lo terbuang juga! RUBAH

Tuesday, February 15, 2011

I got my 1st negative film ( Cuci cetak film )

Saturday, 12nd February 2011.
Waktunya cuci cetak film pertama gue dalam hidup. Yea, I gathered with some of ma friends in a group, then we took some photos using SLR (Analog), that was totally different. The feeling, the mental, the contentedness, the pressure, the sensation. Extremely different!
Masuk ke proses cuci cetak, kita abisin dulu filmnya, terus kita keluarin tu film dari kamera, terus bawa tu film ke kamar gelap, inget yanga namanya kamar gelap gak boleh ada cahaya sedikitpun.
Di kamar gelap, kita keluarin isi filmnya buat dimasukin ke dalem rel. Proses "memasukkan" (jangan jorok) film ke dalem rel ini yang paling susah, masalahnya feeling lo main berat, kalo udah biasa mungkin akan jadi gampang, tapi buat super beginner kaya gue? Masukin rol flm ke dalem relnya ini bisa memakan waktu puluhan menit kalo feeling kita lagi gak hoki. Jangan lupa sebelum dimasukkin ke relnya, ujung film lo potong dulu buat di tes sama developer, biar kita tau berapa lama kita harus "ngocok" tu film.
Dan pada giliran ini, gue yang masukin rol film ke relnya, susahnya lagi kalo rol yang yang lo masukin ke rel kusut di tengah jalan padahal udah mau selesai, lo harus ngulang dari awal GONDOK kan?
Dan pada bagiannya lo harus masukin lagi rol itu ke jalur relnya ITU YANG PALING NGENES!
Dan film yang gue rolling pun kusut pada bagian akhirnya, dan GUE MALES NGULANG, jadi biarkanlah orang berkata apa.
Setelah itu kita masukin ke tube khusus yang kalo pas kita masukin cairan, cahaya gak bisa masuk, dengan alat itulah kami mengocok.
Oiya, sebelu dikocok, lo arus tau berapa lama waktu ngocoknya, caranya lo masukin potongan rol film tadi ke dalem cairan developer, sambil diitung berapa detik yg dibutuhin sampe tu film warnannya berubah jadi item.
Misalnya tu film berubah warna selama 30 detik, 30 dibagi 2 = 15, nah berarti lo ngocok tu film yg udah masuk ke rel selama 15menit. INGET DIUBAH JADI MENIT.
Lo kocok selama 15 menit pake cairan DEVELOPER gak boleh berenti, dan harus dengan ritme kocokan yang sama, kalo arahnya verikal, ya terus vertikal. Kalo udah selesai, lo buang developernya dan lo masuin air buat ngebersihin semua cairan developer yg nempel, trus lo buang airnya.
Biar gambarnya jadi tahan lama, langsung masukin cairan fixer, kocok dengan waktu yang sama juga sama kocokan sebelumnya, dan kalo udah, lo masukin air lagi buat ngbersihin fixernya.
Kalo udah gitu film kalian bisa dikeluarin dan bisa bertatap muka secara langsung dengan cahaya. Sebelum dicetak coba jemur dulu biar airnya agak kering, tapi gak usah di panas matahari juga, dalem ruangan juga cukup kok.
Kalo gitu SELAMAT YOUR NEGATIVE FILM HAS DONE!
Kalo negatif kalian mau dicetak jadi foto, kalian harus punya alat khusus, gue lupa namanya, tapi yang jelas alatnya itu memancarkan cahaya yang bisa bikin kertas foto bergambar.
Di alat itu ada fokus, zoom, dan cahaya merahnya. Caranya kalian pilih foto mana yg mau dicetak dari negatif film kalian, udah gitu, kalian masukin ke alat, simpen kertas foto di bawahnya. Kertas foto itu mirip preparat lah kalo di mikroskop. Udah gitu, sebelumnya lo test dulu fokus sama zoomnya, kalo udah pas oke tapi ingey masih pake cahaya merah ya.
Sebelum lo cetak, lo harus tau berapa detik tu kertas foto lo sianrin, caranya, lo gunting aja kertas foto, cobain pake kelipatan waktu, misalnya keliapatan 3, sebagian2 sambil yg laen ditutup, nah kalo udah misalanya lo bagi 5 bagian, berarti ada yg kesinarin 3detik, 6, 9, 12, 15 dari situ lo pilih warna mana yg paling mantep. Misalnya 9 detik, lo atur waktu di timernya 9 detik, yang secara otomatis bikin tu alat nyinarn kertas foto selama 9 detik.
Kalo udah lu tinggal taro kertas foto, set timer dan tunggu. Udah selesai, lo belom bisa gitu aja liat fotonya, lo masukin lagi ke developer, sambil lo usap2 yang alus yg lembut, kalo dia mulai rese karena gambarnya ga keluar juga, bar lo boleh udek2 deh sesuka hati lo sampe gambarnya keluar.
Jangan kelamaan juga, ntar foto lu butek. Ada saran nih dari senior gue, *kalo pas pencahayaan terlalu sebentar, lo bisa siasatin dengan ngucek2 tu foto lebih lama di developer.
Oiya, jangan sampe kertas foto lu kena cahaya ya, dan pas proses penyinaran atau pencetakan, lo cuma boleh ditemani lampu yang paling gede 5 watt dengan warna merah, jadi agak kaya anak remang-remang juga.
Kalo lo gambar udah keluar, lo masukin ke cairan fixer biar tu gambar makin awet, dan terakhir lo bisa jemur tu foto biar eksotis.
Yaudah deh jadi, capek gue.
Semoga bermanfaat ya

Friday, February 11, 2011

Just like your name "Remedy", You heal !!! Cause you're hot REMEDY WALONI !!!
- Arzia Tivany Wargadiredja

 is it you?
oh it's you!
photo by dimas wisnuwardana


Arzia Tivany Wargadiredja