Saturday, September 28, 2013

Arzia's Delusional Mixtape

It's quite hard for me to like a fresh-from-the-oven song. Liking always takes time. And these are the list of what I was thinking of, at the very first strike!


1.    (The Verve – Bittersweet Symphony)

It all started with blurry bulbs. I walked down the street seeing everyone not giving any fuck to the people around. They all were moving in normal motion and I was paralyzed in a plastic membrane…  I walked slower, getting slower, while they’re rapidly changing into other poses. I saw their pain slowly in their face, real face-to-face. Each of them. Their pain.


2.   (Lenny Kravitz – It Ain’t Over Till It’s Over)

Lenny Kravitz, he knows how to bring people’s mood up up up! No matter they’re in love or in pain. No matter they’re working hard or stuck in a jam. It ain’t over till it’s over. This song fits the mood of I-don’t-care-what-has-happened-I’m-still-alive-and-I’m-good-and- that’s-all. Au revoir!


3.   (Jagwar Ma – That Loneliness)



All set?  Riding a Harley with 70s goggle glass on head. Cropped jacket gently unveils my Darwin’s-human-evolution-tattoo at my back accompanied by an Archaeopteryx from the era of jura. Then I hit the break to have a little debauchery with the windswept creatures perched in a 1010 meters hill. Literally lonely!


4. (Theme Park – Jamaica)

I’m in a private island with nine or ten. Have a little drink or two. With blinks from head to toe. The girls singing in alto. And the guys who just got tattooed. Dancing in a line, inhale a snap of cocaine, and they said, “Oh well, we’re just fine”. 


5.   (New Navy – Zimbabwe)

I have told you what I feel everytime I listen to this song. It was described when I transcreated Herald's Go-getaway Mixtape. BONDI BEATS YO!



6. (The Libertines – What Katie Did)

Wondering, how could those libertines talking about a sweet sweet girl in a cruel cruel world? Just listen to this song!
  

7.  (Vampire Weekend – Holiday)


It’s funny! This song is funny. I’m laughing now when I’m typing. Yo know, It’s like I’m having a great time with my friends in my class to a camping ground dressed in pastels. Confettis, Eggs with breads toasted like Englishman does. And laugh!

   

Thursday, September 26, 2013

Lombok - Sumbawa: Tabrak Saja Tabrak!




Rabu, 28 Agustus 2013 

Bagi saya ini ketiga kalinya saya menginjakkan kaki di salah satu Pulau di gugusan pulau Tenggara ini. 2011 lalu saya mendaki Gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia, Rinjani. Tahun lalu saya bermain air di Gili-gili sekitar Lombok, dan tahun ini saya menginap semalam untuk numpang lewat menuju Nusa Tenggara Timur.

Siswa-siswa NTB berlatih baris-berbaris (Gea Xena Levina, Lombok Agustus 2013)

Salah satu hal yang paling berkesan bagi saya adalah mengenai bis-bis antar-Pulau yang menghubungkan NTB-NTT.
2012 lalu saya menggunakan mobil yang disupiri teman rekan saya. Menaiki mobil tersebut berhasil membuat saya geleng-geleng kepala. Karena bukan main ngebutnya. Mungkin bisa dibilang orang-orang di sini perlu cas accu seminggu sekali, karena senang sekali mereka menyalip mobil di jalanan sambil membunyikan klakson. Tak ada halangan apapun tetap saja klakson berbunyi. Usil sih sepertinya.
Kembali ke tahun 2013. Satu jam pertama dalam perjalanan saya menuju Bima, di Pulau Sumbawa, rasanya otot mengencang. Otak sudah bermain pintar cari jalan keluar kalau amit-amitnya terjadi apa-apa. Rasanya makan obat tidur biar ngantuk sepiring pun tidak sanggup menawan rasa tegang hasil manuver-manuver sok tahu supir yang sepertinya pantatnya sedang terbakar.
Parahnya lagi 15 jam mau tak mau saya harus diam melawan bosan. Namun setelah dua jam saya mulai terbiasa meladeni gonggongan bis yang secara fisik lebih prima dari bis-bis di pulau Jawa.
Lucunya entah anak-anak sekolah di NTB memang setiap sore melakukan kegiatan baris-berbaris atau memang sedang akan diadakan acara baris-berbaris. Rasanya banyak sekali anak-anak yang berlatih ketika itu di sisi-sisi jalan. Mungkin hal tersebut bikin si supir jengkel karena menghalangi jalannya. Jadi, tiap ada barisan anak-anak yang berlatih maka sudah siap saja saya melafalkan nama Tuhan dan menutup mata. Mungkin di sini sudah biasa, jika ada penghalang di jalan raya bukan rem yang diinjak, tapi klakson yang konstan ditekan sampai penghalan tersebut sadar ada bis gila yang akan lewat. Itu kalau orang, kalau kucing? Kalau anjing? Kalau kuda? Atau kerbau? Maaf ya saya cuma bisa bilang from ashes to ashes.
Menuju Sumbawa (Gea Xena Levina, Selat Alas, Agustus 2013)

Masih ada 12 jam lagi sampai akhirnya tiba di Bima, tapi dari Lombok kita harus menyebrangi selat Alas dulu sebelum sampai di daratan Sumbawa. Hanya butuh 1-1,5 jam untuk menyebrangi selat ini. Berangkat sekitar pukul 18.30 dan selama dalam perjalanan kami disuguhi langit yang sangat ramah. Dari dek kapal semua gelap. Tak terlihat horizon, langit hitam laut pun tampak hitam. Tapi titik cantik di atasnya siaga membungkam jutaan komentar tentang, "ga kelihatan apa-apa yah?".
Sekitar pukul 19.30 tibalah kami di Sumbawa. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Pulau yang dulu terkenal karena letusan gunung Tambora yang mahadahsyat itu. Saya duduk di dekat jendela baris ketiga dari depan, sebelah kanan. Otomatis tiap mobil yang datang dari arah berlawanan memaksa saya menghentikan denyut sepersekian detik kemudian menahan paru-paru saya meminta jatah oksigen selama beberapa detik. Dan tidak terjadi sekali, ini terjadi setiap belokan, dan jalan di Sumbawa ini... belokan melulu.
Saya bukan pemabuk darat, saya termasuk golongan orang yang sering susah tidur di perjalanan darat. Dua keping obat anti mabuk yang bagi saya lebih berlaku sebagai obat agar ngantuk tidak bekerja. Sampai teman saya, Dioma teorang tukang tidur tangguh pun tak berhasil memindahkan nyawa ke alam mimpi.
Peraturan di tanah Sumbawa, apapun yang menghalangi siap-siaplah untuk dilibas! Menurut teman-teman saya yang duduk di depan, entah berapa kucing yang mati terlindas, atau kuda atau kerbau yang tersenggol pantatnya. Pokoknya kalau tiba-tiba terasa ada lompatan di ban depan, artinya satu korban meninggal sudah. Entah apa.
Nge-teh di Terminal Bima (Gea Xena Levina, Bima Agustus 2013)
Hal yang bikin saya aneh, rasanya hanya kami yang stress di perjalanan ini. Penumpang lain santai dan biasa saja, seakan-akan ini adalah angkot di pagi hari menuju ke sekolah. Tak ada yang perlu ditakutkan atau dicemaskan.
Eits, tapi ternyata supir bis ini bisa sadar juga walau cuma di sepuluh menit pertama. Ya, sepuluh menit pertama setelah melintasi jalan dimana sebuah truk pengangkut ikan dari Labuan Bajo masuk ke dalam jurang yang cukup dalam. Konon menurut keterangan warga sekitar, ikan yang ada di truk tersebut bernilai puluhan hingga ratusan juta rupiah. Mungkin supir agak mikir, bagaimana jika kejadian serupa terjadi. Namun, nyatanya tak berlangsung lama, supir gila kembali lagi.
Bis berwarna biru dengan lambang kuda dan kereta kencana ini berangkat dari terminal Mandalika, Lombok dengan 2 bis serupa lainnya. Bernomor AC1, AC2, dan AC3. Sebelumnya bis AC2 memimpin di depan tapi satu jam sebelum sampai di Bima, bis ini tersalip bis saya yang bernomor AC1. Ketiga bis ini hampir sama gilanya, cuma berbeda faktor keberuntungannya. Bis AC3 harus berakhir petualangannya beberapa menit sebelum sampai di Terminal Bima karena menabrak trotoar jalan. Syukurlah tak ada korban luka fatal. Dan setidaknya syukurlah saya selamat dari supir tergila sepanjang masa versi saya.

Thursday, September 19, 2013

Di Kereta



Malang, Juli 2012

 Kalau mau tanya saya, di mana kita bisa banyak belajar tentang perubahan secara rapid terutama di Pulau Jawa. Maka saya akan bilang di kereta! Di kereta kita belajar menghajar perbedaan, belajar bergesekan, belajar bersabar, belajar tahapan, belajar setia untuk duduk tegak, belajar saling berhadapan dan saling berpunggungan, belajar saling menyapa, belajar dipertemukan, belajar dipisahkan, belajar tepat waktu atau ditinggalkan, belajar memilih arah pandang ke depan atau ke belakang. Ah, kereta ekonomi tepatnya!
Hong Kong, Februari 2013
Di jalur yang hanya membelah Jawa dan sebagian kecil Sumatera ini itulah setidaknya yang saya rasakan. Saya pun belajar untuk tidak berhenti dan tidak menyerah sebelum waktunya. Jika memang begitu, yang lain pun akan menunggu dan mempersilahkan kita berlari duluan. Seperti kereta di palang-palang penjaganya. Sering saya naik kereta, dari eksekutif sampai ekonomi. Namun, pada akhirnya opsi terakhir adalah pilihan yang paling sering saya gunakan.
Bahkan, sudah masing-masing tiga kali saya naik kereta sampai dan dari ujung Pulau Jawa. Stasiun Banyuwangi Baru, di sanalah ujung lintasannya.
Saya selalu menikmati saat-saat pergantian arena, mulai dari pedagang yang menawarkan "mijon", "mison", sampai "misone". Kadang saya menikmatinya dengan pedagang yang berjualan tahu, diawali tahu sumedang, dan berakhir dengan pecel tahu. Atau penjual strawberry yang lama kelamaan berubah menjadi penjual pecel.
Yogyakarta, Juni 2011
Kalau Anda belum paham apa yang saya bicarakan, sepertinya Anda memang patut mencoba melintasi Jawa dengan kereta ekonomi.
Kalau saya bisa bilang, tingkah polah Jawa memang bisa dilihat dari sini. Manusia-manusia yang harus mati sia-sia dihajar lokomotif karena tak tahu aturan, atau anarki oknum suporter sepakbola sialan yang dengan sengaja menghantam jendela-jendela kereta, sehingga kereta yang saya naiki satu gerbong hancur semua. Atau anak-anak ingusan yang dengan penasaran sengaja melempari kereta yang saya naiki dengan batu setengah kepala mengenai seorang nenek yang duduk di depan saya. Hampir kaca jendela saya bocor juga.
Ah terima kasih, tak pernah saya diperlihatkan dengan malapetaka sekaligus kerakusan saya sendiri dalam waktu bersamaan selain di kereta.

Saturday, June 8, 2013

CHINA'S GASTRONOMIC FAIR! part 3

Time to hunt STREET FOODS!
Will make you drool within seconds of seeing :p

Fruits covered with sugar

Spicy white carrots and mushrooms!

Snacks snacks snacks!

I didn't believe I found this, "Satu Produk Durian" in Bahasa Indonesia WOW!

The Real HOTPOT *drooling*

Hot drink during winter :))

CHINA'S GASTRONOMIC FAIR! part 2

Welcome back to CHINA'S GASTRONOMIC FAIR part 2!
Chinese Spring Festival special foods edition

Give me a local snort please :)

Special foods on special occation


Eat, Sleep, Repeat just like Lebaran

CHINA'S GASTRONOMIC FAIR! part 1

China, known for its predicate as "the most populated country" in the world. Not only for that, China also home for the most appealing dishes! I curated some pictures of the most appealing dishes of Chongqing, known for "The City of Mountains", also for its spicy food!
Chongqing's TRADITIONAL dishes!
Photos taken by myself.


Chinese Foods without Pork? Oh impossible, (even I don't eat pork)

Salty, spicy, anddd tastes like terasi -__-


Fake "beef hotpot"

White Carrot

Taiwanese Pineapple Cake, my everlasting fave cake! Give me the cake, and I'll be yours forever! Gah! 

Still another "Fake beef hotpot"

I don't know exactly the name but this dish made of rice (just like lontong in Indonesia) and the sauce  tastes like rujak.
Just imagine eating lontong with rujak sauce

Chongqing Local Food, root of "I don't know the name of the plant"


Arzia Tivany Wargadiredja